◆ Referensi
Appendix C: Perbandingan Platform Iklan
Rangkuman perbandingan Google Ads, Meta Ads, dan TikTok Ads dari Bab 14-16, untuk membantu memilih platform yang tepat sesuai kebutuhan.
Google Ads
Intent-Based
TikTok Ads
Video-First
| Aspek | Google Ads | Meta Ads | TikTok Ads |
|---|---|---|---|
| Kekuatan Utama | Menangkap intent pencarian, menjangkau audiens yang aktif mencari solusi | Targeting berdasarkan minat & perilaku, membangun awareness dan engagement | Jangkauan viral, video-first, cocok untuk konten yang terasa natural |
| Format Iklan Utama | Search, Display, Video, Performance Max | Feed, Stories, Reels, Carousel | Video pendek (In-Feed Ads) |
| Struktur Campaign | Campaign → Ad Group → Ads | Campaign → Ad Set → Ads | Campaign → Ad Group → Ads |
| Basis Targeting | Keyword & search intent | Demografi, minat, perilaku, Lookalike Audience | Minat, perilaku, interaksi dengan konten |
| Paling Cocok Untuk | Bisnis dengan demand pencarian yang jelas (jasa, produk spesifik) | Awareness & engagement, retargeting audiens yang sudah berinteraksi | Brand yang menyasar audiens muda, produk yang cocok dikonten-kan secara natural |
| Kelemahan | Kompetisi keyword bisa mahal, terutama niche populer | Butuh waktu belajar sistem (learning phase) sebelum performa stabil | Kualitas video sangat menentukan; performa turun cepat jika konten terasa seperti iklan konvensional |
| Metrik Khas | CTR, CPC, Conversion Rate (Bab 14) | Reach, CPM, Ad Set performance (Bab 15) | Video Views, Completion Rate (Bab 16) |
Panduan Cepat Memilih Platform
Audiens sedang aktif mencari produk/jasa spesifik di Google
→
Google Ads
Ingin membangun awareness & engagement berbasis minat audiens
→
Menargetkan audiens muda dengan konten video yang terasa natural
→
TikTok Ads
Ingin retargeting orang yang sudah pernah mengunjungi website/toko
→
Budget terbatas namun ingin peluang jangkauan viral
→
TikTok Ads