Competitor Analysis
- Memahami definisi dan pentingnya Competitor Analysis dalam Digital Marketing
- Mengenali jenis-jenis kompetitor berdasarkan tingkat kedekatan bisnisnya
- Menerapkan aspek-aspek yang perlu dianalisis dari kompetitor
- Menerapkan framework dasar untuk melakukan Competitor Analysis
5.1 Apa itu Competitor Analysis?
Competitor Analysis adalah proses mengidentifikasi dan mengevaluasi strategi yang dijalankan oleh kompetitor untuk memahami posisi bisnis sendiri di tengah persaingan. Proses ini membantu digital marketer melihat gambaran pasar secara lebih luas, tidak hanya dari sudut pandang bisnisnya sendiri.
Analisis ini bukan tentang meniru kompetitor secara mentah-mentah, melainkan memahami apa yang berhasil, apa yang kurang, dan celah apa yang belum diisi oleh siapa pun di pasar. Dari situ, sebuah bisnis bisa menemukan cara untuk tampil beda dan lebih relevan bagi audiensnya.
Sebuah bisnis katering sehat mengamati beberapa kompetitor di kotanya dan menemukan bahwa hampir semua kompetitor fokus promosi pada rasa dan variasi menu. Dari pengamatan ini, mereka melihat celah yang belum banyak digarap, yaitu transparansi kandungan gizi tiap menu. Mereka pun mengangkat sisi ini sebagai pembeda utama dalam strategi kontennya.
Competitor Analysis paling bermanfaat ketika digunakan untuk menemukan celah dan peluang, bukan sekadar meniru apa yang sudah dilakukan orang lain.
5.2 Mengapa Competitor Analysis Penting?
Memahami kompetitor membantu digital marketer mengambil keputusan yang lebih matang dalam menyusun strategi. Beberapa manfaat utama Competitor Analysis antara lain:
- Membantu memahami standar dan ekspektasi pasar yang sudah terbentuk
- Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan strategi kompetitor yang bisa dijadikan pelajaran
- Menemukan celah pasar yang belum tergarap secara maksimal
- Membantu menentukan positioning yang membedakan bisnis dari kompetitor lain
Tanpa memahami kompetitor, sebuah bisnis berisiko mengulang kesalahan yang sudah pernah dilakukan pemain lain, atau justru menjalankan strategi yang terlalu mirip sehingga sulit dibedakan oleh audiens.
Sebuah startup travel lokal awalnya menjalankan strategi promosi harga murah seperti kebanyakan kompetitornya. Setelah menganalisis lebih dalam, mereka menyadari strategi ini membuat margin keuntungan sangat tipis dan sulit bersaing dengan pemain besar. Mereka kemudian beralih fokus pada pengalaman perjalanan yang dikurasi secara personal, sebuah celah yang belum banyak digarap kompetitor.
5.3 Jenis Kompetitor
Tidak semua kompetitor memiliki tingkat ancaman dan relevansi yang sama terhadap bisnis. Memahami jenis-jenis kompetitor membantu menentukan siapa yang paling penting untuk dianalisis secara mendalam.
| Jenis Kompetitor | Pengertian | Contoh |
|---|---|---|
| Direct Competitor | Bisnis yang menawarkan produk atau jasa serupa kepada target audiens yang sama | Dua brand kopi kemasan yang menyasar anak muda urban |
| Indirect Competitor | Bisnis yang menawarkan produk berbeda namun memenuhi kebutuhan yang sama | Kopi kemasan bersaing dengan minuman energi sebagai penambah semangat |
| Substitute Competitor | Bisnis yang menawarkan alternatif solusi yang sama sekali berbeda namun memenuhi kebutuhan serupa | Kopi kemasan bersaing dengan aplikasi meditasi sebagai cara mengatasi rasa kantuk |
Direct Competitor biasanya menjadi prioritas utama untuk dianalisis karena persaingannya paling langsung, namun Indirect dan Substitute Competitor tetap penting dipantau karena bisa memengaruhi keputusan audiens tanpa disadari.
Sebuah brand skincare lokal awalnya hanya memantau brand skincare lain sebagai kompetitor (direct). Setelah dianalisis lebih jauh, mereka menyadari klinik kecantikan (indirect) dan konten edukasi self-care di media sosial (substitute) juga memengaruhi keputusan audiens dalam merawat kulit, sehingga strategi konten mereka diperluas untuk turut menjawab kebutuhan yang lebih luas ini.
Saat memulai analisis, fokuskan energi terbesar pada Direct Competitor terlebih dahulu, baru perluas ke Indirect dan Substitute Competitor untuk melihat gambaran persaingan yang lebih lengkap.
5.4 Aspek yang Dianalisis
Agar analisis kompetitor menghasilkan insight yang bermanfaat, ada beberapa aspek utama yang perlu diperhatikan:
| Aspek | Yang Diperhatikan |
|---|---|
| Produk | Fitur, kualitas, variasi, dan harga produk yang ditawarkan |
| Branding | Identitas visual, tone of voice, dan positioning brand |
| Website | Struktur, kemudahan navigasi, dan kecepatan website |
| SEO | Keyword yang ditargetkan dan performa pencarian organik |
| Konten | Jenis konten, frekuensi posting, dan gaya komunikasi |
| Engagement | Interaksi audiens seperti like, comment, dan share |
| Iklan | Jenis campaign, platform, dan pesan yang digunakan |
| Layanan Pelanggan | Kecepatan respons dan kualitas interaksi dengan pelanggan |
Kedelapan aspek ini tidak harus dianalisis sekaligus secara mendalam. Digital marketer bisa memulai dari aspek yang paling relevan dengan tujuan bisnis saat itu, misalnya fokus pada konten dan engagement jika sedang menyusun strategi media sosial.
Tim marketing sebuah brand fashion online memfokuskan analisis kompetitor pada tiga aspek: konten, engagement, dan iklan, karena tujuan mereka saat itu adalah meningkatkan performa media sosial. Mereka menemukan bahwa kompetitor yang paling sukses konsisten memposting konten behind the scene proses produksi, sesuatu yang belum pernah mereka coba sebelumnya.
5.5 Framework Competitor Analysis
Untuk melakukan Competitor Analysis secara sistematis, dapat digunakan enam langkah berikut:
- Mengidentifikasi Kompetitor, menentukan siapa saja kompetitor direct, indirect, dan substitute yang relevan
- Menentukan Aspek yang Dianalisis, memilih aspek mana saja dari daftar di atas yang paling relevan dengan tujuan analisis
- Mengumpulkan Data, mengamati dan mencatat informasi dari website, media sosial, dan channel kompetitor lainnya
- Membandingkan Data, menyusun data yang terkumpul dalam format yang mudah dibandingkan, seperti tabel
- Menemukan Insight, mengidentifikasi pola, kekuatan, kelemahan, dan celah dari hasil perbandingan
- Menyusun Rekomendasi, merumuskan langkah konkret yang bisa diterapkan berdasarkan insight yang ditemukan
Framework ini bersifat berulang, bukan sekali jalan. Persaingan pasar terus berubah, sehingga Competitor Analysis idealnya dilakukan secara berkala, bukan hanya sekali di awal bisnis berjalan.
Sebuah brand furniture online melakukan Competitor Analysis setiap tiga bulan sekali dengan mengikuti keenam langkah ini. Pada satu periode, mereka menemukan bahwa kompetitor mulai menawarkan simulasi visual produk di ruangan pelanggan menggunakan foto yang diunggah sendiri. Insight ini mendorong mereka untuk mengembangkan fitur serupa agar tidak tertinggal.
5.6 Contoh Competitor Analysis
Berikut contoh sederhana penerapan Competitor Analysis antara dua brand fiktif yang bergerak di bidang minuman kemasan sehat.
| Aspek | Brand A | Brand B |
|---|---|---|
| Produk | Variasi rasa terbatas (3 varian), harga menengah | Variasi rasa banyak (8 varian), harga menengah ke atas |
| Konten | Fokus edukasi kandungan gizi, posting 3x seminggu | Fokus gaya hidup & estetika produk, posting setiap hari |
| Engagement | Rata-rata 200 komentar per postingan, banyak pertanyaan seputar produk | Rata-rata 800 komentar per postingan, banyak pujian visual |
| Iklan | Iklan awareness dengan pesan edukatif | Iklan konversi dengan promo agresif |
Brand A unggul dalam membangun kepercayaan lewat edukasi, namun frekuensi posting yang rendah membatasi jangkauannya. Brand B unggul dalam estetika dan engagement, namun kontennya kurang mendalam secara informasi. Sebuah brand baru yang ingin masuk ke kategori ini bisa mempertimbangkan menggabungkan kekuatan keduanya: edukasi yang informatif namun dikemas dengan visual yang menarik dan frekuensi posting yang konsisten.
- Competitor Analysis membantu memahami posisi bisnis di tengah persaingan dan menemukan celah pasar yang belum tergarap
- Kompetitor terbagi menjadi tiga jenis: Direct, Indirect, dan Substitute, dengan tingkat relevansi dan prioritas analisis yang berbeda
- Delapan aspek utama yang perlu dianalisis meliputi produk, branding, website, SEO, konten, engagement, iklan, dan layanan pelanggan
- Framework Competitor Analysis terdiri dari enam langkah berulang, dari mengidentifikasi kompetitor hingga menyusun rekomendasi
- Analisis yang baik menghasilkan insight konkret yang bisa langsung diterjemahkan menjadi peluang strategi, bukan sekadar daftar perbandingan